Shang Hai

Hey, perkenalkan, namaku Astro, lupakanlah saja dahulu tentang bukan gadis alim biasa itu. Kali ini aku akan bercerita tenteng penyesalan terbesar dalam hidupku yang kalinya id Elp yang aku tumpangi. Seperti biasa, aku menaiki ELp urusan terminal. Mohon maaf,Elf itu tidak bias mngantarkan ku sampai ke kampus. Elf itu melau lurus sampai terminal. Mobil itu hanya menurunkanku di pertigaan yang mengantarkanku ke kampus. Biasanya aku beralan kaki untuk sampai kekampus,seperti yang biasa dilakukan mahasiiswa lainnya.Dngarkan ceritaku baik-baik ya…

Setelah menaiki Elg yang melaju dari Indramayu. Aku menunggu elg yang akan memberhentikanku di pertigaan kampus. Kuaynkan kakiku ke Elf yang akan aku tumpngi. Kau berdiri di pintu, sambil memandangi ruang mobil,mencari tempat yang kosong, seperti elang yang membidik tikus mangsanya dari angkasa.Kbeteulan kosong. Jadi aku bias duduk dimana saj a sessukakau. Aku pilih saja untuk mengambil tempat duduk yang dibelakang. Aku bias berbaring leluasa di barisan tterakhir kursi mobil ini.Tetapi tidak lama setelah Elf melaju, tubuhku terhenyak ke depan mulutku sampai-sampai mencium kkursi barisan kedu. Untung saja gigiku tidak terkena bagian tumpul kursi itu. Sang sopir mengerem mendadak . sungguh, sesuaut yangsangat menjengkelkan. Sudah pasti ada calonm penumpang lagi.

Muncullah mahasisiwi berjaket abu-abu bertuliskan Shang Hai dan bercelana jeans.Tnpa tedeng aling-aling ia duduk di barisan krsi kedua. Dekat dengan pintu pintu mobil.

Psssst, masih ingat kan aku duduk dimana,ya, aku duduk di barisan paling belakang, tapi aku duduk di tengah. Wah, betapa egoisnya yah? Sebenarnya tak ada yang salah dengan wanita itu, tapi karena aku sendirian, sebagai lelaki normal, sedikit –sedikit aku melirik ke gadis berjaket shang hai itu.

Panjang lebarnya, setan yang berda di kiriku berkecamuk dengan malaikat yang barda di samping kananku.setan berkata,”liriknya kok Cuma sekali-kali sih, Bos, plototin aja!

Malaikat yang bberada di kananku berkata,”jangn, Tuan!kamu bukan tipe lelaki kurang ajar!”

Debat antara si penggoda dan malaikat terus berulang, kadang aku menyetujui kata-kata si penggoda,kadang aku menyetjui kebijakan sang malaikat. Akhirnya, setelah memperhatikan, menimbang, dan menindaklanjuti musyawarah antara setan dan malaikat, ak putuskan untuk menatap ke depan, tidak menundukkan pandangan, juga tidak melirik ke gadis brcelana jeans itu.

Sampai terjadilah bencana besar itu. HP merah bertipe BlackBerry jatuh dari kantong belakang celana jeans mahasiswi berjaket shang hai tiu. Kukira ia tidaka akan turun di waktu lampu merah menyala, ternyata ia adalah mahasisiwi fakultas edokteran, bukan mahasiswi keguruan yang letaknya dekat dengan kampusku. HP Blackabeerry itu tergeletak begitu saja di kursinya, sementara mahasisiwi itu tidak menyadarinya sama sekali.sejurus kemudian ia membayar ongkos kepada sang kondekturdan turun dengan perasaan tanpa seperti orang yang tidak punya dosa. Sebenarnya dalam keaadaan yang genting ini, sang kondekturlah yang pptut dipersalahkan. Karena ia tidak peka terhadapkemungkinan-kemungkinan yang bis saja terjadi di dalam sebuah angkutan umum. Celaka dua belasnya, mahasisiwi shang hai itu lari dengan terburu-burunya setelah ia turun.

Ingin seali rasanya tnaganku meraih Hp itu, sayangnya, sang kondektur yang acuh tak acuh itu melotot kea rah ku,.karena aku takut dikira pandai mencuri, maka aku urungkan niat itu.alih-alih untuk menghindar dari tuduhan pencuian HP aku memilih diam.

Hinga tibalah aku untuk turun,pertigaan yang menuju kea rah kampus sudah di depan mata.

Meskipun sepertinya aku tidak bersalah,tapi entah kenapa aku tidak bias memaafkan diriku sendiri atasa apa yang barusaja terjadi di Elf tadi.mungkin karena kebodohanku, atau mungkin karena lambatnya diriku dalam mengambil keputusan saat menyeberang menuju jalan yang mengarah ke kampus, rasa panikku kembali mereda.perlahan-lahan rasa panic itu hilang seiring aku berjalan.

Untuk menghilangkan penyesalanku ini, marilah kita bersama-sama untuk sepakat bahwa, yang patut menjadi orang yang paling bersalah dalam cerita ini adalah , si Shang Hai bercelana jeans itu. Bagaimana? Setuju?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s